Semula, fingerboard terbuat dari plastik dan tak bisa dimainkan
karena itu dibuat sebagai gantungan kunci. Namun, pada 1990-an Tech Deck
mengembangkan fingerboard menjadi miniatur yang dapat dimainkan. Sejak
saat itu berkembang industri fingerboard yang terbuat dari kayu hingga
sekarang.
Bahkan, untuk menunjang permainan ini dibuat fingerpark
semacam miniatur skatepark yang dibuat untuk bermain fingerboard. Tak
hanya dimainkan mereka yang muda usia. Penggiat Bandung Fingerboard
Muldan Mubarrak (20) menyebutkan, di kalangan Komunitas Bandung
Fingerboard itu tak sedikit mereka yang sudah berkeluarga.
Papan
mainan ini tak sembarangan. Itu terbuat dari tumpukan kayu maple yang
disusun hingga lima lapis. Satu lapis, tebal kayu maple itu sekitar 0,6
mm.
"Setelah diukur dan dipotong, lapisan-lapisan itu dilem dan
dipres pake molud atau cetakan. Terus dihaluskan dengan amplas.
Selanjutnya, papan yang sudah terbentuk itu dirangkaikan dengan trucks
berupa penyangga dari besi," jelasnya seraya menunjukkan dari papan
koleksinya.
Terakhir, papan tersebut diberi roda yang terbuat
dari hard nylon yang dibentuk secara dibubut. Sama halnya dengan yang
asli, keempat roda ekstramini itu pun dipasang bearing atau laher. Agar
tak licin saat memainkan, di atas permukaan papan itu dilengkapi dengan
foamtape.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar